Daftar Abstrak Diterima

Berikut adalah daftar abstrak yang diterima. Peserta diharap segera mengupload makalah lengkap di http://unsvocationalday.uns.ac.id/upload-makalah-lengkap/ paling lambat tanggal 10 November 2018 dan melakukan konfirmasi pembayaran ke +6282244543983.

Nama-Penulis
Judul-Makalah
Abstrak
Sub Tema
Slamet Kurniawan Fahrurozi, Cucuk Wawan Budiyanto , Roemintoyo
Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) untuk Mengatasi Masalah dan Tantangan Guru SMK yang Profesional pada Abad ke-21
Belakangan ini, siswa telah tumbuh di lingkungan dengan teknologi sebagai salah satu komponen penting yang menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan sehari-hari, tidak terkecuali peran integral teknologi dalam kelas modern. Meskipun teknologi dapat memainkan peran penting dalam hal merestrukturisasi pengajaran dan praktik pembelajaran, guru harus mengambil peran utama dalam merancang lingkungan belajar yang tepat, serta secara cermat memilih media pembelajaran yang efektif dengan tujuan mendapatkan teknologi yang dapat memudahkan siswa belajar dengan baik. Masyarakat telah berubah dari model konvensional berpindah berbasis informasi, yang menghasilkan penekanan pada pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Ketika memasuki dunia profesi, seorang guru diharapkan mampu mempersiapkan keterampilan siswa untuk menghadapi abad ke-21 menggunakan teknologi digital. Metode yang digunakan menggunakan sistematik literature review. Tujuan literature review ini adalah untuk menggali lebih dalam mengenai isu dan tantangan dalam mengintegrasikan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) untuk Pengembangan Guru Profesional di abad ke-21. Literature review ini mengulas penelitian tentang TPACK dan literature lain yang mengulas tentang pengembangan guru profesional berkualitas. Temuan menunjukkan bahwa TPACK memiliki dampak yang baik pada peningkatan layanan dalam pengajaran dan pembelajaran untuk menjadi guru profesional.
Pengembangan kompetensi keterampilan bidang teknik dan kejuruan.
Muksan Junaidi, Fuad Achmadi
Analisis Prediksi Kinerja Perusahaan Menggunakan Rasio Profitabilitas Time Series dan Algoritma Neuro Fuzzy (Studi Empirik : Perusahaan LQ45 di BEI Tahun 2011-2017)
Kinerja perusahaan adalah hasil kegiatan manajemen menggunakan pendekatan informasi keuangan. Penilaian kinerja ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan operasi perusahaan melalui analisis rasio yaitu dengan menghitung rasio-rasio dari neraca dan laba/rugi. Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba operasi secara baik dari modal sendiri. Profitabilitas perusahaan dikatakan sehat jika dapat memberikan keuntungan bagi para pengelola dan investor. Prediksi kinerja perusahaan mengunakan rasio profitabilitas adalah untuk peringatan dini terhadap kondisi perusahaan tersebut sehat atau tertekan. Metoda pada penyelesaian masalah ini adalah memakai algoritma neuro-fuzzy. Penelitian ini bertujuan mengembangkan analisis prediksi kinerja perusahaan menggunakan rasio profitabilitas time series dan algoritma neuro-fuzzy model adaptive neuro-fuzzy inferensi system(ANFIS). Data penelitian diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia(BEI) pada situs IDX www.idx.co.id. Populasi data antara tahun 2011-2017 dari perusahaan gabungan emiten LQ45 berjumlah 88 perusahaan. Pemrosesan data awal dengan menghitung rasio-rasio profitabilitas dari laporan keuangan neraca dan laba/rugi sebelum dimasukan secara time series ke sistem neuro-fuzzy model ANFIS. Percobaan, simulasi dan evaluasi model dalam penelitian ini menggunakan application GUI dari program Matlab. Nilai prediksi model ANFIS dibandingkan dengan perhitungan rasio-rasio profitabilitas tahun yang diprediksi. Hasil analisis akhir menunjukkan bahwa, nilai prediksi model ANFIS fungsi keanggotaan Triangle mampu memprediksi sangat optimal, konsisten, efisien, dan terbukti paling mendekati nilai rata-rata rasio profitabilitas tahun berjalan yaitu sebesar 9.95%, sedangkan untuk fungsi keanggotaan Trapesium, Gauss dan G-bell hasilnya kurang optimal.

Kata Kunci: Prediksi, Time Series, Profitabilitas, Kinerja Perusahaan, Neuro Fuzzy.

Inovasi teknologi dan rekayasa.
Rezza Fariszal Hisyam Chaizara, Cucuk Budiyanto
Context-Aware Smart Home berbasis Internet of Things : Tinjauan Pustaka
Setiap orang pasti menginginkan keamanan dan kenyamanan di dalam rumahnya, sebab keamanan dan kenyamanan adalah hal yang sangat penting. Untuk itu diperlukan sebuah sistem keamanan untuk menjaga kenyamanan rumah dari tindakan pencurian,kebakaran,ataupun bahaya lainya yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan rumah tersebut. Context Aware Smart Home merupakan istilah bagi smart home yang mempunyai kecerdasan untuk melakukan otomasi perangkat rumah berdasarkan konteks dari penghuni tersebut. Paper ini bertujuan mengevaluasi dua fitur utama smart home yaitu remote access dan home automation untuk menunjang context aware smart home systems. Artikel ini disusun dengan menerapkan metode analisis kritis terhadap literatur yang dipublikasikan sejak 2006 hingga 2018 dalam jurnal maupun prosiding berbahasa Indonesia dan Inggris. Sebagai tindak lanjut penelitian di masa depan, artikel ini mengusulkan dikembangkannya rancangan sistem smart home berbasis Internet of Things yang mampu menjadi solusi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan rumah. Berbagai fitur yang diterapkan dalam perancangan ini mempertimbangkan kapabilitas Wemos sebagai pengontrol utama sistem context-aware smart home.
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Muhammad Ulinnuha Khoirul Umam, Cucuk Budiyanto
Tinjauan Pustaka Perangkat Pembelajaran Robotika untuk Memfasilitasi Pengembangan Computational Thinking Pada Anak Usia Dini
Computational Thinking diperkenalkan sebagai sebuah kemampuan pemecahan masalah yang penting untuk dikuasai generasi mendatang. Penguasaan kemampuan berpikir komputasi sejak dini mempersiapkan anak lebih siap dengan kompetisi dan kesuksesan di masa depan. Penerapan robotika dalam pengajaran kemampuan berpikir komputasi semakin banyak digunakan dan nampak nyata di dalam literatur. Artikel ini melakukan review terhadap karakteristik anak usia dini yang harus diperhatikan dalam pengenalan kemampuan berpikir komputasi dengan menggunakan robotika sebagai media pembelajaran. Review juga dilakukan untuk melihat kelebihan dan kekurangan perangkat robotika yang tersedia secara komersial. Artikel ini disusun dengan menerapkan metode analisis kritis terhadap literatur yang dipublikasikan sejak 2002 hingga 2018 dalam jurnal maupun prosiding berbahasa Indonesia dan Inggris. Sebagai tindak lanjut penelitian di masa depan, artikel ini mengusulkan dikembangkannya sebuah perangkat pembelajaran robotika yang bisa memfasilitasi pembelajaran kemampuan berpikir komputasi khususnya bagi anak usia dini.
Penggunaan Teknologi informasi dalam pembelajaran teknik dan kejuruan.
Sri Lasmini, Herman Saputro, Siswandari
Pendidikan Energi Terbarukan Berbasis Biomass dengan Metode Hand’s On untuk Pendidikan Menengah
ABSTRAK. Indonesia mempunyai target penggunaan energi terbarukan 23 % pada tahun 2025. Target ini dibuat untuk mengurangi konsumsi minyak mentah dan batu bara yang ada di Indonesia. Potensi energi biomassa di Indonesia 32,654 MWe dan baru dimanfaatkan sebesar 1,626 MW. Hal ini menjadi peluang untuk memberikan pembelajaran akan pentingnya pengetahuan energi terbarukan di level pendidikan menengah. Tujuan paper ini adalah sebagai literatur review mengenalkan pendidikan energi terbarukan berbasis biomassa di level pendidikan menengah melalui model pembelajaran hand’s on. Bagian pertama artikel ini adalah pendahuluan yaitu mengenai pengenalan tentang pendidikan energi terbarukan. Bagian kedua adalah isu dan tantangan pendidikan energi terbarukan. Bagian ketiga akan membahas pendidikan energi terbarukan dengan metode pembelajaran langsung (hand’s on). Selanjutnya sesi empat yang membahas kesimpulan penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Hasil dari review menujukkan bahwa Indonesia mempunyai sumber energi terbarukan yang besar, dan bisa mempersiapkannya melalui pendidikan. Beberapa penelitian menunjukkan pembelajaran berbasis hand’s on mampu meningkatkan ketertarikan siswa, motivasi serta kemampuan berpikir kritis, sehingga bisa dijadikan salah satu pendekatan metode pembelajaran pendidikan energi terbarukan.
Kata Kunci: Pendidikan Energi Terbarukan, Biomassa, Hand’s On, Pendidikan Menengah
Standarisasi pendidikan teknik dan kejuruan.
Maria Natalia Dwiastuti, Agus Efendi, Nugroho Agung Pambudi
Pendidikan Tinggi Jarak Jauh sebagai Media Pendidikan Alternatif di Indonesia
Abstrak. Pembelajaran digital merupakan salah satu penunjang pemerataan pendidikan yang saat ini menjadi masalah utama di Indonesia, hal ini juga didukung oleh letak geografis indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 13.487 dan jumlah penduduk sekitar 265 juta jiwa yang menyebabkan terkendalanya pemerataan di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan media pembelajaran digital yaitu pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) dengan media e-Learning peserta didik dapat mengakses pendidikan secara syncronous atau daring dalam bentuk MOOC dan LMS diharapkan pendidikan dapat tersebar merata di Indonesia dengan konten pendidikan yang dapat disesuaikan bagi pendidik maupun peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah traditional review. Bagian pertama dari artikel ini adalah pendahuluan, yaitu tentang latar belakang masalah. Pada bagian kedua pembahasan, bagian ini membahas pendidikan jarak jauh sebagai media pendidikan alternatif. Selanjutnya pada bagian tiga yang membahas kesimpulan penelitian dan saran untuk penelitian lebih lanjut. Tujuan dari artikel ini adalah menganalisa masalah dan penerapan pendidikan tinggi jarak jauh menggunakan e - learning sebagai media alternatif di Indonesia. Berdasarkan hasil dari literature review ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk dapat meanambah informasi dan dapat menerapkan e-learning sebagai alternatif dalam di bidang pendidikan tinggi jarak jauh.
Penggunaan Teknologi informasi dalam pembelajaran teknik dan kejuruan.
Riyadi Muslim
Development of an Innovative Irrigation System for Dragon Fruit
Semin village’s soil characteristic is dry with mostly hilly topography, less of water, red dry, rocky, but it has various potential local wisdom could be developed, esspesialy the existence of dragon fruit. water is an urgent need that must be fullfilled and controlled. A gaps of technology occur, between existing technologies and developing technologies. A drip irrigation system is applied as an innovation of watering plants method. Water distribute through capillary tube, driply through the plant and controlled, called drip irrigation system. The aim of this reseach to explain the use of drip irrigation system on dragon fruit plant. Case studies and experimental studies have conducted, the community considers drip irrigation as a new technology, presentations show that it is suitable to be applied in their area. This implementation able to improve the efficiency and effectiveness of irrigation through dragon fruits in the village. Futhermore, the implementation of this technology can be used as a real work example to build a better Indonesia
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Muhsin, Suharno, A.G. Thamrin
Pengaruh Penambahan Etanol Terhadap Konsumsi Bahan Bakar – A Review
Perkembangan teknologi sektor otomotif semakin pesat, setiap tahunnya terjadi kenaikan jumlah produksi kendaraan bermotor di Indonesia. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat menyebabkan bertambahnya pemakaian bahan bakar minyak (BBM), sedangkan BBM merupakan salah satu energi tak terbarukan (unrenewable energy). Bertambahnya pemakaian BBM yang terus menerus akan menyebabkan semakin menipisnya pasokan minyak bumi. Berbagai langkah dilakukan untuk menghemat konsumsi bahan bakar kendaraan. Salah satu alternatif untuk menghemat konsumsi bahan bakar adalah dengan menggunakan etanol sebagai campuran bahan bakar kendaraan. Etanol dapat diproduksi dari tebu, singkong, jagung dll sehingga bisa dikatakan bahwa etanol merupakan salah satu bahan yang renewable energy dan diharapkan dengan penambahan etanol dapat menurunkan konsumsi bahan bakar kendaraan. Tujuan dilakukannya studi literasi ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan etanol terhadap konsumsi bahan bakar kendaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literasi dari berbagai jurnal yang relevan. Berdasarkan studi literasi yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa dengan penambahan etanol pada bahan bakar akan menurunkan jumlah konsumsi bahan bakar kendaraan dan membuat performa kendaraan meningkat.
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Sandri Irmawan, Suharno, Herman Saputro, Arif Budi Hermawan
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA (PEER TUTORING) PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di ranah pengetahuan dan keterampilan melalui penerapan metode tutor sebaya pada mata pelajaran gambar manufaktur solidwork kelas XI A Pemesinan SMK WARGA Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI A Pemesinan SMK WARGA Surakarta yang berjumlah 34 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan diantaranya adalah pengamatan, test, unjuk kerja dan wawancara. Uji validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data. Data penelitian dianalisi dengan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif persentase. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 88,23 % di ranah pengetahuan dan 91,17 % diranah ketrampilan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran gambar manufaktur solidwork.
Pengembangan kompetensi keterampilan bidang teknik dan kejuruan.
Istikomah, Cucuk Wawan Budiyanto, Nyenyep Sriwardani
Membangun Kemampuan Berpikir Komputasi Melalui Pendekatan Konstruktivisme dan Robotik
Kemampuan berpikir komputasi atau Computational Thinking (CT) adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk membantu memecahkan permasalahan. Kemampuan berpikir komputasi diperlukan untuk mengelola aktivitas dalam berbagai disiplin ilmu. Membangun kemampuan berpikir komputasi dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang tepat. Salah satu pendekatan yang dimungkinkan dapat meningkatkan CT adalah pendekatan konstruktivisme. Pembelajaran konstruktivisme memberikan kesempatan peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuan mencipta, memahami dan memecahkan permasalahan melalui eksperimen secara langsung. Pembelajaran konstruktivisme dapat difasilitasi menggunakan media atau alat pembelajaran. Salah satu media atau alat yang dapat digunakan dalam membangun kemampuan berpikir komputasi adalah robot. Beberapa peneliti telah meneliti tentang keterkaitan penggunaan robot dalam pembelajaran di berbagai level pendidikan termasuk level pendidikan dasar. Melalui hasil penelitian beberapa ahli, penggunaan robotik dalam pembelajaran memberikan dampak positif untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi peserta didik melalui aktivitas penggunaan robotik. Akan tetapi belum terdapat eksplorasi tentang pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan penggunaan robotik. Maka dari itu diperlukan adanya kajian literature yang akan dibahas dalam artikel ini tentang keterkaitan antara kemampuan berpikir komputasi dan pendekatan konstruktivisme, kajian tentang hubungan antara kemampuan berpikir komputasi dengan penggunaan robotik dan tentang bagaimana cara membangun kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan konstruktivisme dan robotik. Artikel ini menggunakan metode literature review dengan tujuan untuk mereview tentang bagaimana cara membangun kemampuan berpikir komputasi melalui pendekatan konstruktivisme dan penggunaan robotik dalam pembelajaran pada tingkat jenjang pendidikan dasar. Review artikel ini mengindikasikan adanya keterkaitan dan peluang pendekatan konstruktivisme mampu meningkatkan kemampuan berpikir komputasi dengan fasilitasi penggunaan robotik.
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Billy Budiardjo, Nugroho Agung Pambudi
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Flash Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Di Sekolah Menengah Kejuruan
Era abad 21 saat ini merupakan suatu masa dimana pemakaian dan penggunaan teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran telah lama dimanfaatkan untuk membantu peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran terutama teknologi komputer memudahkan para pendidik untuk menjelaskan materi pembelajaran yang bersifat abstrak dan jauh dari penalaran peserta didik menjadi mudah dijangkau atau dipahami. Oleh sebab itu media pembelaran menjadi alternatifnya. Tujuan dari literature review adalah untuk me-review keefektifan media pembelajaran berbasis flash dalam meningkatkan hasil belajar. Literature review dilakukan berdasarkan tujuan penelitian, metodologi, dan hasil penelitian. Dari 5 penelitian semuanya termasuk dalam peningkatan hasil belajar menggunakan desain Pretest - Posttest. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan angket dan metode tes. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diterapkan media pembelajaran berbasis flash lebih baik daripada hasil belajar siswa yang tidak diterapkan media pembelajaran berbasis flash. Serta hasil respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran ini dikategorikan sangat baik.
Penggunaan Teknologi informasi dalam pembelajaran teknik dan kejuruan.
Ratih Isnaini, Cucuk Wawan Budiyanto, Indah Widiastuti
Peluang Penggunaan Robotika di dalam Pembelajaran untuk Menunjang Kemampuan Siswa Berpikir Komputasi di Indonesia
Berpikir komputasi atau lebih familiar dengan sebutan Computational Thinking (CT) telah digambarkan sebagai ketrampilan penting di dalam pembelajaran yang harus dimiliki oleh semua siswa. Berpikir komputasi merupakan sikap dan ketrampilan yang bersifat universal, sehingga dapat diterapkan pada semua disiplin ilmu. Kemampuan dasar dari berpikir komputasi meliputi algorithmic thinking (logika penalaran), decomposition (dekomposisi), generalisation (penyetaraan pola), abstraction (pemecahan masalah), and evaluation (mengevaluasi solusi pemecahan masalah). Kemampuan dasar dari berpikir komputasi ini bisa didukung dengan menerapkan robotika sebagai proses menggeneralisasi informasi dan pemecahan masalah. Selain itu, Robotika di bidang pendidikan merupakan sebuah inovasi dan rekayasa baru yang dapat membantu proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan berperan aktif di dalam pembelajaran. Maka diperlukan adanya tinjauan literatur dari berbagai sumber untuk melihat sejauh mana peluang penggunaan robotika untuk menunjang berpikir komputasi di Indonesia. Tujuan tinjauan literatur sistematis ini adalah untuk memberikan gambaran kepada pendidik dan peneliti pendidikan tentang adanya peluang di Indonesia untuk menerapkan robotika di dalam pembelajaran sebagai upaya menunjang kemampuan siswa berpikir komputasi. Literatur review yang dilakukan menggunakan penelitian sepuluh tahun terakhir dan dari berbagai sumber database untuk mencari manfaat penggunaan robotika di dalam pembelajaran dan pengaruhnya terhadap berpikir komputasi siswa. Pada akhirnya terdapat peluang penerapan robotika untuk pendidikan di Indonesia ini tidak hanya pada jenjang Perguruan Tinggi, sekolah menengah atau sekolah dasar saja, namun juga untuk pendidikan anak usia dini atau PAUD. Selain itu, penggunaan robotika juga dapat memotivasi belajar anak-anak, dan dapat membantu anak-anak untuk berperan aktif dalam pembelajaran berhitung, membaca dan menulis.
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Muhammad Hassan Massaty, Cucuk Wawan Budiyanto
Robotika dan Pendekatan Konstruktivisme sebagai Sarana Meningkatkan Efikasi Diri
Penggunaan robotika didalam dunia pendidikan dikenal karena memiliki dampak positif terhadap pembelajaran. Robotika banyak digunakan didalam pembelajaran karena menunjukkan siswa lebih tertarik ketika menggunakan robotika. Anggapan bahwa robotika menarik karena robotika memberikan pengalaman pembelajaran hands-on. Siswa yang mendapatkan pengalaman hands-on lebih memiliki kepercayaan diri dari pada siswa yang hanya menggunakan simulasi. Pembelajaran hands-on merupakan implementasi dari pendekatan konstruktivisme di dalam pembelajaran. Pendekatan konstruktivisme memposisikan pengetahuan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap obyek atau pengalaman, bukan sekedar menghafal. Salah satu media pembelajaran pendukung pendekatan konstruktivisme adalah dengan menggunakan robotika, karena penggunaan robotika memberikan siswa pengalaman mengkonstruksi pengetuahuan melalui pengalaman langsung (hands-on). Karena hal tersebut, penggunaan robotika secara tidak langsung ikut serta dalam mempengaruhi kepercayaan diri siswa menuju ke arah yang lebih positif. Dengan seiring meningkatnya kepercayaan diri siswa, efikasi diri siswa juga ikut meningkat. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan robotika yang menggunakan pendekatan konstruktivisme, efikasi diri terhadap penggunaan robotika serta hubungan antara pendekatan kontrukstivisme yang menggunakan robotika terhadap efikasi diri. Metode yang digunakan menggunakan sistematik literatur review. Temuan utamanya menunjukan bahwa penggunaan robotika menggunakan pendekatan konstruktivisme memiliki dampak yang positif terhadap efiaksi diri siswa. Artikel ini memberikan dukungan ilmiah bahwa penggunaaan robotika memiliki dampak yang positif terhadap pembelajaran.
Penggunaan Teknologi informasi dalam pembelajaran teknik dan kejuruan.
Sri Lasmini, Herman Saputro
Pendidikan Energi Terbarukan Berbasis Biomass dengan Metode Hand’s On untuk Pendidikan Menengah
Indonesia mempunyai target penggunaan energi terbarukan 23 % pada tahun 2025. Target ini dibuat untuk mengurangi konsumsi minyak mentah dan batu bara yang ada di Indonesia. Potensi energi biomassa di Indonesia 32,654 MWe dan baru dimanfaatkan sebesar 1,626 MW. Hal ini menjadi peluang untuk memberikan pembelajaran akan pentingnya pengetahuan energi terbarukan di level pendidikan menengah. Tujuan paper ini adalah sebagai literatur review mengenalkan pendidikan energi terbarukan berbasis biomassa di level pendidikan menengah melalui model pembelajaran hand’s on. Bagian pertama artikel ini adalah pendahuluan yaitu mengenai pengenalan tentang pendidikan energi terbarukan. Bagian kedua adalah isu dan tantangan pendidikan energi terbarukan. Bagian ketiga akan membahas pendidikan energi terbarukan dengan metode pembelajaran langsung (hand’s on). Selanjutnya sesi empat yang membahas kesimpulan penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Hasil dari review menujukkan bahwa Indonesia mempunyai sumber energi terbarukan yang besar, dan bisa mempersiapkannya melalui pendidikan. Beberapa penelitian menunjukkan pembelajaran berbasis hand’s on mampu meningkatkan ketertarikan siswa, motivasi serta kemampuan berpikir kritis, sehingga bisa dijadikan salah satu pendekatan metode pembelajaran pendidikan energi terbarukan.

Kata Kunci: Pendidikan Energi Terbarukan, Biomassa, Hand’s On, Pendidikan Menengah

Inovasi teknologi dan rekayasa.
Stephanus Fajar Pamungkas, Indah Widiastuti
Kolb’s Experiential Learning sebagai Model Pembelajaran Efektif pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuan memahami materi pelajaran, sehingga diperlukan metode dan model pembelajaran efektif. Artikel ini menyajikan model pembelajaran efektif untuk mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis berbagai sumber relevan terkait dengan pentingnya experiential learning dan tantangan penerapannya di dalam pembelajaran PKK. Pembelajaran PKK bertujuan untuk membentuk siswa agar mempunyai karakter, ketrampilan dan pemahaman sebagai seorang wirausaha, serta mampu mencetak wirausaha muda yang berkualitas. Oleh karena itu, experiential learning merupakan salah satu solusi alternatif dalam proses pembelajaran PKK. Penerapan Kolb’s experiential learning mampu meningkatkan pemahaman konsep, sehingga dapat siswa untuk membangun pengetahuan dan ketrampilan melalui pengalamannya secara langsung. Experiential learning menekankan pada peranan pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif. Melalui pengalaman belajar otentik berbasis praktik, siswa merasa lebih percaya diri untuk menangani pekerjaan-pekerjaan di dunia kerja yang sebenarnya. Pembelajaran melalui model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan siswa mampu mengembangkan ketrampilan kognitifnya. Penerapan model pembelajaran ini mampu mempermudah siswa dalam belajar sehingga hasil belajar dan pengalaman siswa dapat meningkat secara signifikan. Mata pelajaran PKK di SMK diimplementasikan dalam berbagai bentuk pembelajaran berbasis produksi dan bisnis yang merupakan praktik nyata dari mata pelajaran PKK. Melalui experiential learning pada pembelajaran PKK diharapkan tujuan pembelajaran tercapai dan wirausaha muda dari SMK dapat meningkat secara signifikan. Hal tersebut terintegrasi dengan konsep BMW yaitu bekerja, melanjutkan studi dan wirausaha. Pembelajaran PKK mendukung program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) sebagai upaya pemerintah mencapat target Revitalisasi SMK.
Pengembangan kompetensi keterampilan bidang teknik dan kejuruan.
Abdul Rasyid, Lukmandono
Model Pengembangan Inovasi dan Peran Triple Helix pada UMKM Kreatif dalam menghadapi Industri 4.0
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia telah memberikan kontribusi yang besar dan terus meningkat setiap tahunnya pada pendapatan negara dan penyerapan tenaga kerja. Namun perkembangan UMKM memiliki beberapa kendala, diantaranya kurangnya pengetahuan dan inovasi yang menyebabkan kopentensinya tidak siknifikan untuk menghadapi era industri 4.0. Dibutuhkan sentuhan dari peran pemerintah dan universitas untuk memberikan kontribusi peningkatan inovasi pada UMKM. Menurut Etzkowitz (2008) triple helix yang merupakan gabungan dari pemerintah, institusi pendidikan dan pelaku bisnis merupakn pengerak lahirnya inovasi. Penelitian ini mempelajari dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi inovasi dan mengukur seberapa besar peran triple helix dalam meningkatkan inovasi UMKM.
Inovasi pengelolaan pendidikan teknik dan kejuruan.
Anis Rahmawati, Roemintoyo, Aryanti Nurhidayati, Ida Nugroho Saputro, Langgeng Setyo Pramono
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH BANNER TERHADAP KUAT LEKAT BETON SERAT PASCA BAKAR SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON
Tujuan dari penelitian ini antara lain, 1) mengetahui pengaruh penambahan serat limbah banner dengan variasi panjang serat dan variasi suhu pembakaran terhadap kuat lekat beton pasca bakar, 2) mengetahui nilai optimum penambahan serat limbah banner yang akan menghasilkan beton dengan kuat lekat maksimal beton pasca bakar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah 1) variabel bebas meliputi penambahan panjang serat limbah banner yaitu 3 cm, 6 cm, dan 9 cm sebesar 0,2% dari berat beton dan variasi suhu pembakaran yaiu suhu ruang (28˚C), 200˚C, 300˚C, dan 400˚C, 2) variabel terikat meliputi kuat lekat akibat penambahan variasi panjang serat limbah banner dan suhu pembakaran.
Hasil penelitian sebagai berikut 1) penambahan panjang serat limbah banner mengakibatkan penurunan pada suhu 300˚C dan kenaikan pada suhu 400˚C, 2) penambahan panjang serat limbah banner yang menghasilkan nilai maksimal kuat lekat beton pasca bakar terjadi pada penambahan panjang serat limbah banner 3 cm dengan suhu pembakaran 200˚C.
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Anis Rahmawati, Roemintoyo, Aryanti Nurhidayati, Ida Nugroho Saputro, Langgeng Setyo Pramono
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH BANNER TERHADAP KUAT LEKAT BETON SERAT PASCA BAKAR SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON
Langgeng Setyo Pramono K1514042. PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH BANNER TERHADAP KUAT LEKAT BETON SERAT PASCA BAKAR SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Oktober 2018.
Tujuan dari penelitian ini antara lain, 1) mengetahui pengaruh penambahan serat limbah banner dengan variasi panjang serat dan variasi suhu pembakaran terhadap kuat lekat beton pasca bakar, 2) mengetahui nilai optimum penambahan serat limbah banner yang akan menghasilkan beton dengan kuat lekat maksimal beton pasca bakar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah 1) variabel bebas meliputi penambahan panjang serat limbah banner yaitu 3 cm, 6 cm, dan 9 cm sebesar 0,2% dari berat beton dan variasi suhu pembakaran yaiu suhu ruang (28˚C), 200˚C, 300˚C, dan 400˚C, 2) variabel terikat meliputi kuat lekat akibat penambahan variasi panjang serat limbah banner dan suhu pembakaran.
Hasil penelitian sebagai berikut 1) penambahan panjang serat limbah banner mengakibatkan penurunan pada suhu 300˚C dan kenaikan pada suhu 400˚C, 2) penambahan panjang serat limbah banner yang menghasilkan nilai maksimal kuat lekat beton pasca bakar terjadi pada penambahan panjang serat limbah banner 3 cm dengan suhu pembakaran 200˚C.

Kata Kunci : serat banner, beton serat, pasca bakar, kuat lekat
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Eka Rachmawati, Lina Mufidah
RELEVANSI KEMAMPUAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR PADA SISWA TATA BOGA DENGAN KEBUTUHAN DUNIA INDUSTRI BAKERY
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan relevansi kemampuan kognitif peserta didik, 2) mendeskripsikan relevansi kemampuan afektif peserta didik, 3) mendeskripsikan relevansi kemampuan psikomotor peserta didik dalam mendukung kebutuhan kompetensi di dunia industri bakery. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan tujuannya penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan relevansi kemampuan afektif, kognitif dan psikomotor yang dibutuhkan oleh dunia industri bakery. Penelitian ini akan menggambarkan secara jelas mengenai kemampuan yang harus dimiliki siswa ketika sedang melaksanakan praktek industri. Penelitian ini dilaksanakan di Bakery A, Bakery B, Bakery C dan Bakery D di kawasan Yogyakarta. Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 sampai Juli 2018. Pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan jumlah siswa yang melaksanakan praktik industri pada 4 (empat) bakery di Yogyakarta yaitu sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Luaran yang ingin dicapai yaitu memperoleh gambaran mengenai ranah kompetensi yang di butuhkan oleh beberapa bakery di Yogyakarta. Hasil penelitian pada kemampuan kognitif siswa yaitu sebesar 75.33%. Hasil penelitian pada kemampuan afektif siswa yaitu sebesar 81%. Hasil penelitian pada kemampuan psikomotor siswa yaitu sebesar 84%. Simpulan: Kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor siswa di SMK Ma’arif 2 Sleman dalam kategori baik dalam mendukung kebutuhan kompetensi di dunia industry bakery.

Kata Kunci: afektif, bakery, kognitif, psikomotor, relevansi
Pengembangan kompetensi keterampilan bidang teknik dan kejuruan.
Langgeng Setyo Pramono
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH BANNER TERHADAP KUAT LEKAT BETON SERAT PASCA BAKAR SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON
Langgeng Setyo Pramono K1514042. PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH BANNER TERHADAP KUAT LEKAT BETON SERAT PASCA BAKAR SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Oktober 2018.
Tujuan dari penelitian ini antara lain, 1) mengetahui pengaruh penambahan serat limbah banner dengan variasi panjang serat dan variasi suhu pembakaran terhadap kuat lekat beton pasca bakar, 2) mengetahui nilai optimum penambahan serat limbah banner yang akan menghasilkan beton dengan kuat lekat maksimal beton pasca bakar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah 1) variabel bebas meliputi penambahan panjang serat limbah banner yaitu 3 cm, 6 cm, dan 9 cm sebesar 0,2% dari berat beton dan variasi suhu pembakaran yaiu suhu ruang (28˚C), 200˚C, 300˚C, dan 400˚C, 2) variabel terikat meliputi kuat lekat akibat penambahan variasi panjang serat limbah banner dan suhu pembakaran.
Hasil penelitian sebagai berikut 1) penambahan panjang serat limbah banner mengakibatkan penurunan pada suhu 300˚C dan kenaikan pada suhu 400˚C, 2) penambahan panjang serat limbah banner yang menghasilkan nilai maksimal kuat lekat beton pasca bakar terjadi pada penambahan panjang serat limbah banner 3 cm dengan suhu pembakaran 200˚C.
Kata Kunci : serat banner, beton serat, pasca bakar, kuat lekat
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Widya Puji Astuti1, Marwiyah2, Ade Novi Nurul Ihsani3, Annisa Rachmawati4
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH PANGKAS RAMBUT LANJUTAN
Pemanfaatan bahan ajar dalam proses belajar mengajar merupakan pilihan utama bagi seorang dosen dalam membangkitkan motivasi. Fakta di lapangan tentang mata kuliah pangkas menunjukkan, proses pembelajaran belum berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Hal ini disebabkan karena mahasiswa hanya berpegang pada demonstrasi pangkas dari dosen tanpa disertai media yang mendukung saat proses belajar mengajar, sehingga anak kurang memahami dalam melakukan teknik pangkas rambut. Tujuan penelitian: menghasilkan produk berupa bahan ajar yang valid, reliabel dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Borg dan Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas bahan ajar ditinjau dari expert judgement termasuk dalam kriteria sangat baik dengan skor rata-rata 3,7 sehingga bahan ajar dikatakan valid atau layak digunakan, (2) kualitas bahan ajar dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan N-gain untuk tes hasil belajar mahasiswa diperoleh nilai <g> sebesar 0, 712 dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar ini, efektif dalam memberikan dampak peningkatan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pangkas rambut lanjutan. Saran: hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi dosen untuk mencoba mengembangkan bahan ajar praktik, sehingga memudahkan mahasiswa dalam melakukan teknik pangkas rambut.
Penggunaan Teknologi informasi dalam pembelajaran teknik dan kejuruan.
Lina Mufidah, Eka Rahmawati
Kompetensi Hard Skill dan Soft Skill Mahasiswa Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” yang Dibutuhkan Industri (Studi Kasus Di Hotel, Catering Dan Rumah Sakit)
Dalam dunia pendidikan harus memiliki hubungan timbal balik antara dunia industri dengan dunia pendidikan baik formal maupun non formal. salah satu bentuk timbal balik tersebut akan menghasilkan kebutuhan kualitifikasi SDM yang diinginkan dan berkesinambungan. Adanya kesenjangan yang terjadi antara tuntutan kompetensi kerja yang ditetapkan oleh dunia industri dengan materi mengharuskan upaya relevansi perguruan tinggi dan dunia industri. Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan meminta pendapat dari pihak industri tentang materi dan kompetensi apa saja yang perlu diberikan oleh AKS AKK kepada calon tenaga kerja.
Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini akan menggambarkan kompetensi hard skill dan soft skill yang harus dimiliki mahasiswa ketika PI berada di Hotel, di Catering, dan di Rumah sakit. Tempat penelitian dilaksanakan di Hotel Aston, Catering IMB, dan Rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni 2018 sampai Agustus 2018. Pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan jumlah mahasiswa yang melaksanakan Praktik Industri di Hotel, catering , dan rumah sakit yaitu 12 orang. Instrumen menggunakan kuesioner metode tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif.
Hasil penelitian pada Kompetensi hard skill mahasiswa akademi kesejahteraan sosial “AKK” yang dibutuhkan industri Catering yaitu cara memilih bahan, kompetensi paling sangat diperlukan pada industri rumah sakit yaitu memantau dan mengevaluasi penerimaan pasien/klien terhadap pelayanan makanan, kompetensi paling sangat diperlukan pada industri Hotel yaitu perlunya pengetahuan dan ketrampilan teknik dasar memasak, cara memilih bahan amat perlu menjadi ketrampilan seseorang, cara menyimpan bahan makanan. Hasil penelitian Kompetensi soft skill yang dibutuhkan industri yaitu pada soft skill berupa kemampuan bekerja cekatan, rapi, bersih dan aman. Hasil penelitian tersebut diperoleh dari 11 responden (91,7%). Simpulan: Kompetensi hard skill dan soft skill mahasiswa akademi kesejahteraan sosial “akk” dalam kategori Baik.

Kata Kunci : Kompetensi, Hard skill, Soft skill, Hotel, Catering, Rumah sakit


Pengembangan kompetensi keterampilan bidang teknik dan kejuruan.
Aryanti Nurhidayati, Anis Rahmawati, Ida Nugroho Saputro, Eko Rosdianto
Studi Eksperimental Pengaruh Bambu Petung Sebagai Fiber Terhadap Kuat Lekat Beton Serat Pasca Bakar
Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui pengaruh penambahan variasi panjang serat bambu terhadap kuat lekat beton pasca bakar; (2) mengetahui ukuran serat bambu dan suhu pembakaran optimal yang menghasilkan kuat lekat maksimal pada beton serat pasca bakar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dan teknik analisa data secara deskriptif. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) Variabel bebas : (a) variasi penambahan serat bambu yaitu 20 x 1 x 1mm, 30 x 1 x 1mm, dan 40 x 1 x 1mm, (b) variasi suhu pembakaran yaitu 200oC, 300oC, dan 400oC (2) Variabel terikat : kuat lekat beton serat pasca bakar akibat penambahan variasi serat bambu. Benda uji penelitian ini adalah silinder sebanyak 64 buah dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang ditengahnya diberi baja tulangan berdiameter 12 mm, untuk menguji kuat lekat beton serat bambu pasca bakar. Hasil penelitian sebagai berikut, (1) Adanya penambahan serat bambu berpengaruh kuat terhadap pada kuat lekat beton pasca bakar. (2) Penambahan serat bambu pada beton dengan panjang 3 cm yang dibakar pada suhu 200oC menghasilkan nilai kuat lekat tertinggi, yaitu 42,047 kg/cm2.
Inovasi teknologi dan rekayasa.
Dra. Erna Setyowati, M.Si
Rekayasa Pengolahan Limbah Batok Kelapa Sebagai Aksesoris Sanggul
Limbah batok kelapa banyak dijumpai dibeberapa pasar tradisional, bahkan terjadi penumpukan karena kurang dimanfaatkan secara optimal, sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan, yang selama ini belum mendapat perhatian cara mengatasinya. Batok kelapa memiliki karakteristik yang keras, ketebalan permukaan yang tidak merata serta warna yang khas yaitu coklat, kuat dan tahan air berpotensi dijadikan material kerajinan seperti gantungan kunci, kancing, tas, lampu hias kalung dan sebagainya, namun belum banyak yang mengolah menjadi aksesoris rambut. Maka diperlukan kreatifitas dan inovasi dengan rekayasa pengolahan kembali menjadi produk aksesoris sanggul yang memiliki nilai seni dan daya jual yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui validitas cara pembuatan produk inovatif batok kelapa sebagai aksesoris dan kelayakan rekayasa limbah batok kelapa sebagai aksesoris. Disain eksperimen yang digunakan one shot case study, obyek penelitian/ sampel produk 8 model aksesoris sanggul dan subyek penelitian adalah masyarakat pengguna untuk mengukur kelayakan produk. Uji validitas menggunakan expert judgment dan kelayakan menggunakan uji indrawi dan uji kesukaan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan analisis diskriptif persentase. Hasil penelitian validitas produk dari panelis ahli diperoleh 87%, Uji indrawi 84% dan uji kesukaan 82% dengan indikator bentuk, ukuran, keserasian dan kekuatan serta ketertarikan. Simpulan adalah aksesoris limbah batok kelapa dinyatakan valid dan rekayasa limbah batok kelapa layak sebagai aksesoris sanggul melalui uji indrawi dan uji kesukaan.

Kata Kunci : aksesoris, inovasi batok kelapa, limbah


Inovasi teknologi dan rekayasa.
Ilham Akbar Darmawan, Didik Aribowo, Desmira
Efektifitas Kepemimpinan Vokasi untuk Produktivitas Pembangunan Sumber Daya Manusia di Balai Latihan Kerja
Pendidikan vokasi adalah bidang pendidikan yang menekankan tujuan pendidikan pada kemampuan dan skill sebagai bekal bagi peserta didik untuk melanjutkan kehidupan. Institusi pengelola pendidikan vokasi –dalam hal ini Balai Latihan Kerja (BLK)- harus memiliki pengelolaan yang baik dan efektif dalam menjalankan program. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pendidikan vokasi sebagai wujud pembangunan sumber daya manusia. Dari berbagai literatur yang dikaji, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam pengelolan pendidikan vokasi antara lain: kepemimpinan dan tipe instansi pendidikan, penguasaan dan kompetensi, gender, dan kondisi masyarakat dan sosial budaya. Berbagai faktor tersebut, secara teoritis ternayata sangat berpengaruh terhadap efektifitas kepemimpinan dan juga produktivitas dalam pembangunan sumber daya manusia.

Kata Kunci: efektifitas, kepemimpinan, sumber daya manusia, balai latihan kerja
Inovasi pengelolaan pendidikan teknik dan kejuruan.
Suharno, Muh. Ahyar, Nugroho Agung Pambudi, Budi Harjanto
REKAYASA FILLER ROD PADA PENGELASAN BAHAN PADUAN SUPER DENGAN METODE TUNGSTEN INERT GAS (TIG)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui cara rekayasa filler rod agar homogeny dengan logam induk yang digunakan saat pengelasan sudu turbin pesawat, (2) mengetahui karakteristik super alloy berbasis Nikel (Ni) yang digunakan dalam bahan sudu turbin pesawat sesudah dilakukan pengelasan dengan rekayasa filler rod. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah bahan paduan super berbasis Nikel (Ni). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Area Sampling dan sampel yang digunakan adalah hasil pengelasan bahan paduan super berbasis. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dari hasil kekerasan dan struktur mikro serta dari observasi yang diperoleh dari uij komposisi kimia, uji struktur mikro, dan uji kekerasan bahan hasil pengelasan TIG pada bahan paduan super berbasis (Ni). Pengelasan yang digunakan dalam pengelasan turbin yang berbahan nikel menggunakan las listrik tungsten inert gas (TIG) dengan variasi kuat arus dengan filler rod yang direkayasa dengan potongan sudu turbin yang akan dilas. Hasil rekayasa filler rod berukuran ukuran panjang 90 mm, lebar 2 mm, tinggi 2 mm. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan, dan pengujian metalografi. Hasilnya menunjukkan bahwa sudu turbin pesawat tersebut terbuat dari bahan paduan super berbasis nikel diduga rene 95 (Rene 95 Nickel Based Superalloy) karena memiliki komposisi utama dengan unsur Ni 63,72%, Cr 12,49% dan Co 9%. Dari pengamatan struktur mikro hasil pengelasan menggunakan filler rod yang telah direkayasa terlihat struktur yang berbeda-beda antara daerah las, daerah HAZ dan daerah logam induk pada setiap kuat arus yang digunakan dalam pengelasan. Perbedaan struktur mikro ini terjadi karena pengaruh panas yang dihasilkan dari kuat arus yang digunakan dan proses pendinginan setelah dilakukan pengelasan. Peristiwa tersebut mengakibatkan perubahan bintik ɣ dan ɣ’ dari bintik kecil menjadi gumpalan-gumpalan besar, kehalusan butiran yang terlihat pada permukaan setiap daerah, terlihatnya kandungan karbida pada setiap daerah pada material hasil lasan. Rekayasa filler rod dalam pengelasan sudu turbin menunjukan hasil yang positif pada nilai kekerasan di daerah las. Nilai kekerasan daerah las lebih tinggi dari pada daerah HAZ dan logam induk karena pada daerah las memiliki bitik-bintik ɣ dan ɣ’ yang lebih besar dan rapat dari daerah HAZ dan daerah logam induk, serta pada daerah las terdapat karbida yang mengendap di batas-batas butir dalam paduan yang kaya Cr sebagai partikel yang tidak teratur dan terputus-putus.
Inovasi teknologi dan rekayasa.